"(Kalau kalah) Saya dan semua di sini akan berbondong-bondong mengucapkan selamat. Asal pemilu berjalan fair," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo dalam jumpa pers di Hotel Ciputra, Kawasan Simpang Lima, Semarang, Minggu (29/3/2009).
Prabowo pun mencontohkan pergantian kepemimpinan di negara-negara maju. Menurut Prabowo, sebelum lembaga pelaksana pemilihan menetapkan pemenang, pihak yang kalah sudah mengucapkan selamat kepada pemenang. "Itu terjadi karena mekanisme pemilihan berlangsung fair," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin terpilih bisa dinilai tidak legitimate. Mantan Pangkostrad ini mengibaratkan, jika wasit pertandingan bola tidak adil, maka hasilnya kekacauan. Bahkan bisa terjadi perkelahian.
"Maka itu, saya minta DPT di-clear-kan. Masak anak usia 3 tahun masuk DPT.
Saya dengar Amrozi juga masuk DPT. Ini kan lucu-lucuan," papar Mantan Danjen
Kopassus ini.
Usai jumpa pers, Prabowo yang didampingi Yenny Wahid dan Permadi melanjutkan 'safari' kampanye ke Purwokerto, Yogyakarta, dan sejumlah daerah di Jawa Tengah.
(try/gus)











































