Dapil Neraka di Sumut III

Dapil Neraka di Sumut III

- detikNews
Jumat, 27 Mar 2009 17:11 WIB
Dapil Neraka di Sumut III
Medan - Persaingan antarcalon anggota legislatif (caleg) DPR RI di Daerah Pemilihan (Dapil)
Sumatera Utara (Sumut) III terbilang ketat. Sejumlah nama beken mencuat di dapil ini
terutama caleg yang masih duduk sebagai anggota DPR RI.

Beberapa anggota DPR yang saat ini kembali mencalonkan diri dari Sumut III, antara
lain Nasril Bahar dari Partai Amanat Nasional (PAN) nomor urut 1, Maiyasyak Johan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga bernomor urut 1, dan HN Serta Ginting dari Partai Golkar yang bernomor urut 4.

Keunggulan masing-masing caleg dapat dilihat dari kemampuan dan antusiasme mereka dalam 'menggarap' massa. Hal itu terlihat dari penyebaran tanda gambar, maupun pertemuan-pertemuan dan konsolidasi dalam merebut simpati massa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persinggungan lokasi dalam merebut simpati juga terjadi, terutama dalam penyebaran banner atau baliho. Benner dan baliho dipasang agar masyarakat tahu siapa yang menjadi calon. Mengharapkan pemilih dari sebuah banner, tentu cukup sulit, makanya pertemuan intensif yang dilakukan," kata Nasril melalui telepon dari Simalungun, Sumut.

Banner Nasril Bahar misalnya, terlihat merata hampir di seluruh daerah pemilihan
Sumut III yang mencakup Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Kabupaten Tanah Karo,
Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat, Kota Siantar, Kabupaten Simalungun,
Kabupaten Batubara, Kabupaten Asahan dan Kota Tanjung Balai.

"Dengan sistem pemilihan suara terbanyak, banner merupakah salah satu hal yang harus dilakukan. Fungsi banner itu hanya sekedar memberitahukan caleg, dengan demikian unsur dikenal, setidaknya dari foto caleg, bisa terpenuhi," papar Nasril.

Sementara Maiyasyak Johan menyatakan, kendati persaingan ada, tetapi tidak sampai
terjadi saling rebut pendukung. "Suara yang diperebutkan untuk duduk sebagai anggota DPR maksimal 150 ribu sementara calon pemilih cukup banyak, jadi tidak ada lah saling rebut pendukung," kata Maiyasyak.

Dengan sistem pemilihan suara terbanyak, lanjut Maiyasyak, upaya-upaya untuk menarik simpati massa maupun kader harus dilakukan. Namun wakil ketua Komisi III DPR ini menilai, dari sisi banner yang dipasang cenderung lebih sedikit dari lawannya. "Masih lebih banyak Pak Nasril Bahar dan Serta Ginting," ujar Maiyasyak.

Selain nama-nama yang saat ini duduk di DPR, beberapa nama lain yang juga bertarung di dapil ini cukup diperhitungkan. Nama seperti Edi Ramli Sitanggang dan Ruhut Sitompul dari Partai Demokrat yang masing-masing di nomor urut 1 dan 2 juga tantangan berat bagi para caleg.

Selain itu, ada juga nama Ali Wongso Halomoan Sinaga dari Partai Golkar nomor urut 1, Letjen (Purn) H Arifin Tarigan dari Partai Hanura nomor urut 1, dan Mayjen Purn Tritamtomo mantan Panglima Kodam 1 Bukit Barisan yang dicalonkan dengan nomor 1 oleh PDI Perjuangan.

(rul/yid)


Berita Terkait