Deddy Mizwar Jadi Capres Bergema di Jawa Timur

Deddy Mizwar Jadi Capres Bergema di Jawa Timur

- detikNews
Kamis, 26 Mar 2009 16:55 WIB
Deddy Mizwar Jadi Capres Bergema di Jawa Timur
Surabaya - Partai Nonparlemen di Jawa Timur yang tergabung dalam Koalisi Merak (Mengutamakan Rakyat) mengusung pasangan Deddy Mizwar dan Mayor Jenderal TNI (Purn) Saurip Kadi sebagai calon presiden dan wakil presiden dalam pilpres  mendatang.

Deklarasi ini digelar di Rumah Makan Taman Sari Jalan Taman Apsari, Surabaya, Kamis (26/3/2009).

Koalisi Merak ini terdiri dari 13 partai yaitu, Partai Bintang Reformasi, Partai Merdeka, Partai Pelopor, Partai Kedaulatan, Partai Pemuda Indonesia, Partai Nasional Indonesia Marhaen, Partai Penegak Demokrasi Indonesia, Partai Indonesia Sejahtera, Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia, Partai Buruh, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia,Partai Peduli Rakyat Nasional dan Partai Damai Sejahtera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deddy Mizwar menuturkan saat ini masih belum tercermin demokrasi yang baik. Pemerintah telah gagal menjaga rakyat. Kegagalan pemerintah adalah ketika pejabat lewat rakyat disuruh minggir. Itu tandanya pemerintah otoriter.

"Mari kita benahi peraturan dan budaya sengaja yang dibuat oleh partai yang berkuasa," ungkapnya.

Bintang film Naga Bonar ini mengatakan banyak orang mempertanyakan kenekatan dirinya maju sebagai capres.  Namun kata dia popularitas dirinya boleh dikatakan hampir sama dengan SBY.

"Popularitas saya beda-beda tipis dengan Pak SBY kalau soal popularitas. Tapi saya bisa lebih berkuasa dari presiden saya bikin film jadi bapaknya presiden," ungkapnya.

Impian kedepan dirinya kata peraih piala citra ini adalah merebut kedaulatan yang selama ini direbut dari rakyat. "Keresahan yang panjang saya cerminkan dalam film-film selama ini. Paradigma yang gagal bawa kesejahteraan kepada masyarakat," tandasnya.

Sementara itu, Subagio Ketua DPD Partai Kedaulatan Jawa Timur mengatakan alasan mereka mengusung pasangan Deddy Mizwar dan Saurip Kadi karena mereka menginginkan pemimpin yang benar-benar baru.

"Partai yang baru dan calon yang baru betul-betul bersih," pungkasnya.

(wln/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads