Terganggu Suara Sound System Kampanye Hanura, Sekolah Bubar Lebih Cepat

Terganggu Suara Sound System Kampanye Hanura, Sekolah Bubar Lebih Cepat

- detikNews
Rabu, 25 Mar 2009 15:57 WIB
Terganggu Suara Sound System Kampanye Hanura, Sekolah Bubar Lebih Cepat
Medan - Kampanye Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di lapangan bola kaki Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, mengganggu proses belajar mengajar di Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspenhan) Medan, Rabu (25/3/2009). Sebab gelegar sound system juga membahana di ruangan kelas.

Panitia telah menggelar hiburan musik menjelang pukul 09.00 WIB menghibur seribuan simpatisan sembari menunggu Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) tiba di lokasi. Akibatnya, dentuman musik terdengar menghentak hingga ke dalam ruang kelas.

Pihak Yaspenhan Medan, terpaksa menghentikan proses belajar mengajar, karena sedikitnya delapan ratusan siswa, baik tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Umum (SM), tidak dapat berkonsentrasi menyerap pelajaran yang diterangkan guru di depan kelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang guru Yusliana menyatakan, para siswa kadang bergoyang-goyang dan bersenandung saat pelajaran sedang berlangsung.

"Anak-anak ada juga yang bergendang di meja. Kita larang, musiknya terdengar keras sampai kelas. Terpaksa pelajaran kita hentikan," kata Yusliana.

Menurut Yusliana, pihak panitia sebelumnya tidak memberitahukan adanya jadwal kampanye di lapangan Rengas Pulau hingga pihak sekolah tidak melakukan antisipasi.

Kartini juga mengatakan hal senada. Guru tingkat SMP juga mengaku hanya memberikan pekerjaan rumah kepada siswanya karena tidak dapat memberikan materi pelajaran seperti hari biasanya. "Karena bising, siswa saya jadi tidak belajar. Terpaksa saya beri tugas rumah saja, biar ada pengganti pelajaran yang terganggu hari ini," kata Kartini.

Pihak sekolah terpaksa memulangkan siswa dari hari biasanya. Akibatnya, sejumlah siswa SD turut berbaur dengan ribuan kader dan simpatisan Partai Hanura di lapangan Rengas Pulau menonton kampanye. Bahkan sejumlah pelajar turut berkampanye dengan orangtuanya sambil memakai baju lambang partai Hanura. Seorang anak terlihat di pangung ikut menari di antara kerumunan massa Partai Hanura.

(rul/djo)


Berita Terkait