Manipulasi DPT karena Lemahnya Administrasi Kependudukan

Manipulasi DPT karena Lemahnya Administrasi Kependudukan

- detikNews
Rabu, 25 Mar 2009 06:30 WIB
Jakarta - Dugaan manipulasi daftar pemilih tetap (DPT) di Jawa Timur dikhawatirkan akan mengurangi keabsahan hasil pemilu. Timbul dugaan hal itu sengaja dirancang untuk memenangkan incumbent. Namun diduga pula karena lemahnya data administrasi kependudukan.

"Secara umum pilkada dan pemilu bukan didesain untuk pemenangan incumbent, lebih pada lemahnya sistem administrasi kependudukan," kata Sekjen Jaringan Nusantara Andi Arief dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Rabu (25/3/2009).

Jaringan Nusantara adalah salah satu sayap organisasi pendukung Presiden SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Andi, hampir semua daerah sudah menjalankan pemilihan kepala daerah (pilkada) provinsi dan pilkada kabupaten. Mayoritas pilkada itu berjalan lancar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai oposisi berhasil meraih kemenangan.

"Artinya, tidak ada masalah di seluruh provinsi. Kita tidak mengatakan kemenangan PDIP karena pembengkakan DPT atau kongkalingkong dengan penyelenggara," tambahnya.

Andi melanjutkan, kalau di Jawa Timur ada gejala penggelembungan DPT, hal itu masih harus dibuktikan dulu.

Menurutnya, sangat tidak mungkin ada indikasi curang nasional dengan kloning DPT dan merancang kemenangan bagi incumbent.

"Buktinya calon PD, Golkar hanya menjadi minoritas pemenang dalam pilkada," imbuh mantan aktivis 1998 yang pernah diculik tim Mawar Kopassus ini.

Menurut Andi, tidak ada alasan menunda pemilu. Penundaan pemilu hanya akal-akalan yang menggambarkan ketidaksiapan menang dan kalah dalam pemilu.

(Rez/nwk)



Berita Terkait