Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan yang difasilitasi Polda Bali, Selasa (24/3/2009). Pertemuan yang dilakukan secara tertutup itu digelar di Mapolda Bali.
"Semua pihak sepakat kasus ini diselesaikan melalui jalur hukum. Mereka juga berharap masyarakat tetap tenang dan hal serupa tidak terjadi lagi," kata Kabid Humas Polda Bali, AKBP Gde Sugianyar saat dihubungi melalui telepon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah kasus kriminal murni, namun kebetulan saja melibatkan PDIP dan PD. Tapi hari ini mereka sepakat bertemu agar pemilu berjalan aman," tutur Sugianyar.
Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris tim kampanye PD Bali Gde Pasek Suardika, Wakil Ketua Bapilu Bali PDIP Nyoman Damantra, Kapolda Bali Irjen Teuku Ashikin Husein, dan Pangdam IX Udayana Mayjen Hotma Mangaraja Panjaitan.
Seperti diketahui, satgas PD Tabanan, Bali, diserang sekelompok orang tak dikenal, Minggu (15/3/2009). Akibat kejadian tersebut 4 orang mengalami luka serta tiga mobil rusak. Empat orang anggota satgas Demokrat yang terluka adalah Nyoman Yasa, I Gusti Eka Andika dan I Gusti Alit Artana. mereka dirawat di RSUD Tabanan. Sedangkan korban yang mengalami luka serius I Gusti Bagus Supartawan dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar.
Andika, salah satu korban menceritakan, penyerangan tersebut terjadi pukul 02.30 wita. Saat itu, rombongan satgas berjumlah 20 orang melakukan patroli rutin di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan dengan menggendarai tiga mobil.
Mereka menggelar patroli untuk mengantisipasi maraknya pencabutan baliho caleg partainya oleh orang tak dikenal. Baliho caleg yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Tabanan I Gusti Bagus Purnayasa pun lenyap.
Saat menggelar patroli di perbatasan desa, tiba-tiba dari kegelapan sekelompok orang dengan membawa senjata tajam, seperti samurai, parang, pipa besi menyerang mereka.
(gds/djo)










































