Tapi lebih baik bila KPU memberi penjelasan terbuka pada masyarakat. Demikian kata Ketua DPR Agung Laksono ditanya tentang DPT, Selasa (24/3/2009), di Kantor Presiden, Jakarta.
"Kalau orangnya memang sudah tidak ada, ya tidak akan datang. Meski namanya disebut berkali-kali kalau orangnya sudah tidak ada, ya tidak ada orangnya," jawab dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klarifikasi jajaran KPU juga mengakui peluang kesalahan itu. Tapi diyakini jumlahnya tidak sebesar yang digembar-gemborkan selama ini oleh sejumlah pihak.
"Saya kira KPU juga tidak seceroboh seperti yang diceritakan dan tidak alasan pemilu ditunda. Sebab itu merusak sistem," tandasnya.
(lh/nrl)











































