Janji-janji yang tidak disertai dengan penyelesaian yang konkret dianggap tidak akan berhasil. Apalagi janji yang diucapkan hanya bersifat untuk menyerang pihak lawan.
"Janji-janji yang mereka ucapkan tidak mengena. Oleh karena janji-janji itu tidak memenuhi harapan rakyat. Tidak disertai dengan cara-cara pencapaian," ujar pengamat politik Arbi Sanit kepada detikcom, Senin (23/3/2009) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang sering menguncir rambutnya ini juga menyoroti janji parpol dalam kampanye terbuka seminggu ini tidak memiliki mandat. Ini disebabkan karena mereka yang mengobral janji tersebut bukan mayoritas, dan hanya memiliki suara kecil. Jadi mustahil janji-janji mereka akan terwujud nantinya.
"Artinya janji itu diberikan oleh partai-partai yang jumlah pemilihnya kecil. Tidak ada mayoritas, tidak didukung oleh partai mayoritas. Oleh karena itu dia tidak punya mandat," jelas Arbi.
"Jadi kampanye selama ini tidak punya substansi yang jelas, hanya hiasan-hiasan dan wacana saja. Hiasan demokrasi saja," pungkas Arbi.
(anw/did)











































