"Dari Aceh sampai Papua, siapa yang tidak kenal Deddy Mizwar. Popularitas itulah yang membuat kami yakin memilih Deddy sebagai capres PBR," kata Ketua Umum PBR Bursah Zarnubi dalam acara ikrar kemenangan PBR dan deklarasi capres Deddy Mizwar di Kantor PBR, Tebet, Jakarta, Senin (23/3/2009) .
Sebagai risiko dukungan PBR terhadap Deddy, pemeran Jenderal Nagabonar ini diminta menyiapkan diri untuk membantu kampanye PBR di seluruh Indonesia. Diharapkan turunnya Deddy sebagai jurkam PBR akan mampu menarik pemilih mengambang untuk menyalurkan suaranya kepada PBR.
"Risikonya beliau harus berkampanye untuk kita. Harus diperjelas manifestonya. Dia punya kewajiban campaign di Indonesia di mana ada PBR," papar Bursah.
Ketua FPBR ini juga meminta Deddy membantu semua caleg PBR dalam bersosialisasi. Diyakini dengan popularitas Deddy para caleg PBR akan lebih mudah diterima masyarakat.
"Beliau harus membantu apa saja untuk kebutuhan kampanye. Bentuknya, terserah Pak Deddy. Terutama sosialisasi sifting paradigm dari PBR," pungkasnya.
Menanggapi permintaan Bursah, Deddy justru meminta ketegasan dukungan PBR terhadap dirinya. Hal ini disebabkan karena PBR masih memiliki 9 capres. Salah satu yang terkuat adalah Rizal Ramli.
"Kalau PBR minta begitu ya harus segera memutuskan arah yang lebih jelas. Kalau saya dituntut tidak abu-abu, saya juga menuntut PBR ya jangan abu-abu juga," pinta Deddy.
Namun demikian, Deddy menyatakan kesiapannya untuk ikut terlibat dalam kampanye PBR. Syaratnya caleg-caleg yang diusung harus benar-benar memperjuangkan rakyat.
"Saya siap berkampanye untuk caleg PBR yang sudah saya kenal. Saya tidak mungkin mengkampanyekan yang saya tidak kenal," pungkas Deddy.
(yid/anw)











































