"Mana ada kita melanggar. Kita sudah patuhi semua aturan yang ada. Soal anak-anak, kita sudah wanti-wanti dan larang, tetapi ketika mereka datang, kita nggak bisa mengusir mereka. Emang kita punya panti asuhan menampung anak-anak itu?" kata Ketua DPW PKB DKI Jakarta Zainal Arifin Naim kepada detikcom, Senin (23/3/2009).
Terkait dugaan pelanggaran yang menyangkut penggunaan mobil dinas dalam berkampanye, Zaenal juga membantah keras. Menurut Zainal, kampanye PKB kemarin hanya dihadiri ketua umum DPP PKB yang juga Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar dari unsur pejabat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait penghinaan terhadap parpol lain, Zainal mengaku kecolongan. Menurutnya, pada pukul 04.00 WIB seluruh lokasi kampanye telah steril dari semua spanduk caleg kecuali gambar dirinya dan Muhaimin Iskandar.
"Kalau spanduk itu, kita nggak ngerti. Kita kecolongan. Jam 4 pagi kemarin kita baru selesai masangin semua persiapan. Tidak ada gambar caleg kecuali saya sebagai ketua DPW dan gambarnya Cak Imin. Tetapi ketika kita datang bareng dengan konstituen, ada spanduk itu," paparnya.
Zainal menegaskan sikap partainya yang akan memproses kadernya karena memasang spanduk bernada mendiskreditkan parpol lain.
"Saya nggak ada laporan soal spanduk itu. Kalau dilapori, pasti saya copot. Saya dapat laporan di ruangan Istora nempel foto caleg, saya langsung perintahkan copot," pungkasnya.
(yid/iy)











































