Utang 2004 Beres, KPU Tanggung Seluruh Biaya Bantuan TNI 2009

Utang 2004 Beres, KPU Tanggung Seluruh Biaya Bantuan TNI 2009

- detikNews
Senin, 23 Mar 2009 13:28 WIB
Utang 2004 Beres, KPU Tanggung Seluruh Biaya Bantuan TNI 2009
Jakarta - Utang KPU ke TNI untuk bantuan Pemilu 2004 sudah selesai. KPU memastikan seluruh biaya bantuan TNI di Pemilu 2009 akan ditanggung KPU.

"Masalah 2004 sudah selesai," ujar Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso usai penadatanganan MoU bantuan distribusi logistik dengan KPU di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2009).

KPU memiliki utang Rp 600 juta ke TNI untuk bantuan distribusi logistik Pemilu 2004. Namun demikian, Djoko enggan menjelaskan seperti apa penyelesaian yang telah dilakukan antara KPU dengan TNI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namanya sudah selesai ya sudah selesai," tegas Djoko ketika dikejar lebih jauh.

Sejauh ini, ada 6 kabupaten di Papua Barat yang distribusi logstiknya memerlukan bantuan TNI, yaitu Kabupaten Sorong Selatan, Manokwari, Raja Ampat, Teluk Wondama, Fakfak, dan Teluk Bintuni.

Meski begitu, baik KPU maupun TNI tidak menutup kemungkinan adanya
permintaan dari daerah lain.

"Kalau memang ada daerah lain yang tidak bisa oleh angkutan biasa, TNI akan berupaya untuk membantu," ujar Djoko.

Mengenai berapa anggaran yang dibutuhkan, berapa personel yang disiagakan, dan berapa alat angkut yang disiapkan, Djoko mengaku belum bisa menyebutkan. Pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan KPU terkait hal tersebut.

"Anggarannya disesuaikan dengan berapa kabupaten (yang butuh dibantu). Yang jelas seluruh biaya operasi jadi tanggung jawab KPU. Jadi prinsipnya TNI menyiapkan alat, biaya operasionalnya dari KPU," kata Djoko.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Operasi (ASOP) Panglima TNI Mayjen Supiadin AS, mengatakan, hingga MoU ditandatangani, KPU masih belum memberikan secara resmi rincian daerah-daerah mana saja yang memerlukan bantuan TNI.

"Hari ini baru akan kita bicarakan. Tapi sebenarnya yang benar itu diajukan dulu habis itu kita pelajari baru MoU," ujar Supiadin.

Di antara yang akan dibicarakan itu adalah permintaan KPU agar TNI membantu distribusi hingga TPS. "Padahal di MoU cuma sampai kecamatan," kata Supiadin.

Meski pemilu tinggal 17 hari lagi, namun TNI tidak merasa MoU ini terlambat. Mereka juga yakin akan sanggup menjangkau distribusi ke setiap daerah sulit kecuali jika terjadi force majeur seperti bencana alam.

(sho/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini