Senin (23/3/2009) pagi itu, di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, ketegangan kedua tokoh itu cair sudah. Kemesraan kedua tokoh itu seakan mematahkan dugaan hubungan mereka memburuk terkait perebutan kursi calon presiden Golkar. Terlebih kubu JK pernah meminta Sultan keluar dari Golkar jika maju sebagai capres.
JK tiba di Bandara Adi Sucipto pukul 07.00 WIB. Staf khusus wapres Muchlis Hasyim menceritakan, pertemuan JK-Sultan di bandara itu berlangsung selama 15 menit. JK sendiri datang ke Yogyakarta dalam rangka kunjungan kerja sebagai wapres. Selain itu, kedatangannya ke Yogya juga dalam rangka memenuhi undangan Hari Ulang tahun Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang ke-28 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama pertemuan itu, JK-Sultan bahkan saling melempar tawa dan cerita tentang pengalamannya. Sultan yang juga Juru Kampanye Nasional Golkar bercerita tentang pengalamannya berkampanye ke daerah-daerah.
"Mereka baik-baik saja, saling cerita, ketawa-ketawa. Sultan juga cerita tentang pengalamannya kampanye ke daerah-daerah karena Sultan kan ikut kampanye juga untuk Golkar karena dia salah satu Jurkamnas Golkar," pungkasnya.
Setelah bertemu Sultan, JK melakukan pertemuan dengan Muspida Yogya dan menanyakan mengenai kesiapan pelaksanaan pemilu. Usai acara itu, JK meluncur menuju Magelang, Jawa Tengah untuk mengunjungi pesantren Annajah. Kali ini Sultan tidak ikut mendampingi JK.
"Sultan tidak ikut karena itu sudah masuk wilayah Jawa Tengah. Mungkin sepulangnya dari acara di Universitas Muhammadiyah ini, baru nanti mereka akan semobil," jelasnya.
(nov/iy)











































