"Data DPT hasil revisi 12 Maret 2009 masih diketemukan banyak
penggelembungan suara. Setidaknya di Jambi, Jatim, Sumbar dan Yogyakarta," kata Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Jeirry Sumampow.
Hal ini disampaikan dia dalam dialog bersama KMPP, di Restoran Bumbu Desa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih ditemukan banyak kesalahan di kertas suara," ujarnya.
Daerah yang melaporkan kerusakan kertas suara antara lain Sumatera (Padang, Bengkulu, Palembang), Jawa Barat (Subang, Cirebon, Kuningan), Jawa Tengah (Magelang), Jawa Timur (Jember, Sumenep, Sidoarjo),Β dan beberapa kota di Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur. Kerusakan rata-rata di setiap daerah mencapai 10%.
KMPP juga menyoroti pendistribusian logistik yang belum juga selesai. Masih bayak daerah yang belum mendapat logistik pemilu.
"Distribusi logistik belum menyeluruh. Beberapa daerah yang masih kekurangan logistik antara lain di Sumatera Utara, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Utara," ungkap Jeirry.
Anggota KMPP yang lain, Direktur Utama Cetro, Hadar Navis Gumay, mengkritik ketidakjelasan pelaporan dana kampanye yang tidak transparan. Beberapa parpol malah belum melaporkan detail dana kampanyenya.
"Banyak partai peserta pemilu 2009 tidak memenuhi persyaratan terkait pelaporan dana kampanye," ungkap Hadar.
Hadar menambahkan, cara memilih membuat masyarakat bingung. Cara penandaan yang diatur KPU menurutnya sangat membatasi masyarakat.
"Sistem penandaan menyulitkan pemilih dalam penyaluran aspirasi," imbuh Hadar.
Turut hadir dalam dialog ini, Arif Nur Alam (Sekjen Fitra), Fahmi Bodoh (ICW), Sulastio (Ketua IPC).
(van/aan)











































