"Kasus Jambi, Indramayu, dan terakhir kasus Rama, antara fakta yang diungkap dengan fakta sesungguhnya itu sangat jauh. Saya menduga ada upaya untuk mendekonstruksi isu PKS yang mengusung kampanye bersih, dengan memunculkan caleg-caleg PKS yang kena masalah," Kata Mahfudz kepada detikcom, Senin (23/3/2009).
Menurut ketua FPKS DPR ini, salah satu indikasi perusakan citra PKS adalah dengan mengada-adakan masalah. Hal ini semata-mata untuk mengirim opini publik agar kesan PKS yang terbangun di masyarakat menjadi tidak baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini artinya ketika PKS mengambil isu DPR bersih, ada upaya untuk mencoba membalikkan ide dan persepsi itu dengan mencoba menampilkan kesalahan caleg-caleg PKS walaupun itu tidak terbukti," paparnya.
Mahfudz berharap media tetap fair dan terbuka dalam melihat kasus-kasus yang melibatkan caleg dan kader PKS. Karena selama media masih independen, upaya kampanye busuk itu tidak akan berpengaruh banyak.
"Sepanjang media massa mengedapankan obyektivitas dan prinsip berimbang, saya yakin tidak akan ada masalah. Jadi kami tidak khawatir," pungksnya.
Berita terbaru yang menyangkut caleg PKS adalah kasus Ihsan Mokoginta. Caleg PKS untuk DPR RI dari daerah pemilihan Kotamobagu, Sulawesi Utara itu dipenjara 6 bulan. Ihsan divonis bersalah karena berkampanye di dekat masjid.
(yid/iy)











































