Kampanye di Solo dipusatkan di Lapangan Kotabarat. Di lapangan tersebut jurkam yang tampil adalah Walikota Surakarta, Joko Widodo dan Ketua DPC PDIP Kota Surakarta Hadi Rudyatmo. Selain itu dihadirkan juga grup musik dangdut lokal sebagai pengisi acara.
Rupanya jurkam maupun goyang dangdut tak lagi menarik bagi simpatisan PDIP. Terbukti, tak lebih dari tiga ribu orang yang hadir di lapangan. Jumlah ini cukup sedikit dibanding kampanye-kampanye PDIP di Solo pada dua kampanye sebelumnya. Apalagi Solo dikenal sebagai kota kandang banteng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak anak-anak di bawah umur dilibatkan dalam kampanye tersebut, baik dalam konvoi maupun yang hadir di Lapangan Kotabarat. Ketua Panwaslu Kota Surakarta, Sri Sumanta, juga menilai ada sejumlah pelanggaran kampanye. Khusus konvoi motor, Panwaslu menyerahkan kepada polisi untuk menindaknya.
Panitia kampanye mengaku kesulitan mencegah massa berkonvoi. "Kami sudah menginstruksikan kepada ranting-ranting agar melarang simpatisan yang akan menghadiri kampanye untuk tidak berkonvoi dan membawa anak. Tapi pada pelaksanaanya ya tetap saja masih ada pelanggaran," ujar Hadi Rudyatmo.
Kampanye PDIP di Solo hari ini juga diwarnai kecelakaan yang merenggut nyawa. Bowo Basuki, warga Blulukan, Colomadu, Karanganyar, tewas seketika karena tertabrak truk di Jalan Adi Sucipto, saat hendak akan menuju ke Solo untuk bergabung dalam kampanye.
"Basuki meninggal seketika dan saat ini jenazahnya sudah di rumah duka. Ada satu lagi simpatisan PDIP yang mengalami kecelakaan di tempat lain. Dia mengalami luka dan saat ini dirawat di RS Kasih Ibu, Solo," ujar Bimo Putranto, caleg DPR RI dari PDIP untuk Dapil V Jateng.
(mbr/asy)











































