"Kami akan mengkaji permasalahan DPT di tingkat internal Bawaslu untuk kemudian bertemu dengan KPU bagaimana jalan terbaiknya," tutur anggota Bawaslu, Agustiani Tio, saat dihubungi wartawan melalui telepon, Sabtu (21/3/2009).
Menurut Tio, Bawaslu sudah memprediksi jauh hari akan muncul masalah DPT, karena memang terdapat Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda. Namun Tio enggan menyebut KPU lalai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tio menuturkan, jauh hari sebelum KPU mengumumkan DPT, Bawaslu sudah berkali-kali mengingatkan kerawanan NIK.
"Dari jauh hari kami sudah mengingatkan KPU untuk berhati-hati menyusun DPT,karena kami sudah melihat ada kemungkinan NIK ganda," tutur Tio.
"Pada intinya semuanya untuk mensukseskan pemilu 9 April," pungkasnya. (van/djo)











































