Koalisi Perempuan Indonesia menuntut dimasukkannya keterwakilan perempuan di Anggaran Dasar Rumah Tangga Parpol.
"Sebagian besar partai politik tidak memperhatikan keterwakilan perempuan," kata Ketua Koalisi Perempuan Indonesia, Masruchah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ruchah, partai politik tidak memandang kesetaraan gender. Nyata-nyata keterwakilan perempuan tidak ada di anggaran dasar partai.
"Sangat disayangkan di negara demokratis, pluralistik dan menjunjung tinggi keadilan namun tidak memperhatikan keterwakilan perempuan," tutur Ruchah.
Ruchah kemudian mencontohkan beberapa partai yang mulai memperhatikan "nasib" perempuan.
"Memang partai seperti PAN, PKB dan PPP sudah memasukkan 30% keterwakilan perempuan. Namun PDIP dan PKS baru memasukkannya ke dalam kebijakan internal partai," kata dia.
"Itu yang menjadi masalah, caleg perempuan susah menang di pemilu 2009. Jumlah parpol semakin banyak tapi tidak memperhatikan perempuan," lanjutnya.
(van/aan)











































