"Kalau DPT nya busuk maka akan menghasilkan anggota DPR yang busuk juga," kata Ketua Pedoman Indonesia Fadjroel Rachman.
Hal ini disampaikan dia dalam diskusi "Manipulasi DPT dan Nasib Pemilu" di Warung Daun Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadjroel mencontohkan kasus Pilkada di Jawa Timur yang harus diulang di Sampang dan Bangkalan lantaran ditemukan kecurangan dalam DPT. Dua kali revisi DPT, lanjut Fadjroel, justru menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap Gubernur dan Wagub terpilih.
"Persoalannya sekarang bukan soal apakah DPT bisa lebih baik setelah direvisi sebelum 9 April, tapi apakah publik percaya dengan DPT yang ada. Kasus di Jatim semakin membuat masyarakat tidak percaya terhadap DPT yang ada," papar mantan capres independen ini.
Persoalan DPT yang meragukan ini, lanjut Fadjroel, bisa menjadi alasan menunda pelaksanaan pemilu legislatif pada 9 April 2009.
Proses demokasi bukan sekedar menyelenggarakan pemilu dan memilih wakil rakyat. Tapi, soal kepercayaan rakyat terhadap pemimpin yang dipilihnya. "Karena suara rakyat suara tuhan," ujar dia.
(Rez/aan)











































