Untuk keperluan kampanye ini, rombongan SBY menggunakan 2 pesawat. Satu pesawat garuda B 737-500 dan satu pesawat charter Trans Wisata Air berjenis Fokker-100.
SBY yang juga presiden ini menggunakan pesawat flag carrier Garuda B737-500 ditemani fasilitas yang melekat pada seorang Presiden. Yaitu tim pengamanan, protokoler dan tim kesehatan.
Karena fasilitas melekat, maka pembiayaan fasilitas itu ditanggung negara. Namun, karena kampanye adalah agenda pribadi, maka SBY membayar sendiri.
"Bapak (SBY) membayar sendiri untuk seat yang dia gunakan. Sekitar 4-6 orang secara prorata, dibayar dengan harga setara first class," ujar CEO Fox Indonesia, konsultan politik Partai Demokrat, Andi Zulkarnaen Mallarangeng sebelum boarding ke Bali di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2009).
Sementara rombongan kampanye SBY yang terdiri dari wartawan, panitia kampanye dan para artis disewakan pesawat. Menurut Choel, demikian dia biasa disapa, mencharter pesawat ini hitungannya bisa lebih murah dari membayar seat dalam penerbangan sipil reguler.
"Lebih murah mencharter. Apalagi pesawat ini akan dipakai terus selama 11-12 hari masa kampanye," imbuhnya.
Namun, Choel enggan menyebutkan biaya sewa pesawatnya. "Ah, lupa, mesti lihat catatan dulu," elaknya.
(nwk/lrn)











































