"Iya nih kalau nunggu orderan kampanye," kata Deni di dekat flyover Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2009).
Deni bersama 3 rekannya dari PO Arimbi sedang menunggu peserta kampanye Partai Demokrat (PD) berkumpul. Sebanyak 10 bus sudah dipasangi bendera PD dan foto SBY. Sayangnya, peserta dari Kelurahan Kota Bambu Selatan belum sepenuhnya datang. Masih berjumlah beberapa gelintir dan baru diberangkatkan 3 bus menuju Senayan.
"Saya nunggunya dari jam 6 pagi. Kata panitia nunggu penuh selesai salat Jumat," imbuhnya sambil menyedot rokok kretek.
Dari perusahaannya, 50 bus disewa untuk peserta kampanye PD di Senayan. 50 bus itu disebar di beberapa kecamatan tempat mobilisasi massa. Harga sewa tiap bus sekitar Rp 800.000 sampai Rp 1 juta.
"Yang tahu persis si bos di kantor. Tetapi kalau sewa dalam kota sekitar segitu. Untuk angkutan penumpang masih disisakan armadanya," sergah Deni.
50 Bus itu baru dari satu perusahaan otobus. Belum lagi dari PPD, Metromini, Mikrolet maupun Kopaja. Jumlahnya mencapai ratusan dan akan tumplek blek di kawasan Gelora Bung Karno.
"Kalau boleh memilih, saya sih enak narik biasa Cimone-Grogol. Kalau begini capek nunggunya," tukas Deni yang juga harus menunggu selama kampanye berlangsung dari luar arena selama berjam-jam.
Tak cuma Deni yang mengeluh. Pelanggan angkutan umum juga mengaku kesulitan menumpang bus umum. Saat berangkat kerja pagi tadi, mereka harus menunggu cukup lama karena bus tak juga datang. Terpaksalah mereka mencari kendaraan alternatif.
(Ari/nrl)











































