"Itu kan baru katanya-katanya. Kita mau cek dulu apakah benar atau tidak karena di DPT itu tidak ada tanda tangan KPPS-nya. Saya bicara dengan Pak Kapolri dan beliau saja meragukan data itu," kata Hafiz.
Hal itu disampaikan dia dalam peluncuran SMS Sosialisasi Pemilu di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (20/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hafiz pun berjanji akan membereskan persoalan ini secepatnya. Menurutnya, penggelembungan suara akan langsung ditangani di TPS pada hari pencontrengan. "Jadi orang yang sudah memilih tidak bisa memilih lagi," tandasnya.
(ken/iy)











































