Hal tersebut disampaikan oleh Majelis Nasional Komite Independen Pengamat Pemilu (KIPP) Mulyana W Kusumah. Mulyana menyampaikannya usai mengikuti acara HUT KIPP ke-13 di Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (19/3/2009).
"Itu merupakan bentuk konspirasi kecurangan pemilu yang tidak mungkin dilakukan oleh satu aktor, tapi diaransemen oleh sejumlah aktor yang terlibat," kata Mulyana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika tidak terus diusut, maka akan menjadi semacam model yang berhasil untuk melakukan kecurangan dalam pemilu," jelasnya.
Lebih lanjut menurut dia, tidak adanya penegakan hukum atas manipulasi
tersebut, akan merusak kepercayaan rakyat terhadap pemilu. Andai pun
diumumkan hasilnya, tetap akan ada keraguan terhadap hasil tersebut.
"KPU sebagai supervisi Pilkada, dalam hal ini sebaiknya membentuk tim
independen. Tidak hanya untuk memantau pemilu, tapi juga memantau
KPU dalam rangka perbaikan administrasi penyelenggara pemilu," ungkapnya.
Ditambahkan Mulyana, jika model konspirasi seperti ini masih terus saja
terjadi, makan akan menimbulkan krisis politik yang luar biasa.
(nov/anw)











































