"Manipulasi itu masih dugaan. Jadi saya minta kesediaan Dirjen Adminduk bersama dengan direkturnya untuk ke tempat saya pukul 10.00 WIB besok," ujar Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary di kantor Depdagri, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2009).
Menurut Hafiz, dengan pertemuan ini diharapkan DPT Jatim yang diserahkan ke KPU dapat terdeteksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau dicoret berarti mengubah DPT? "Tidak, karena nanti eksekusinya di lapangan. Kalau terindikasi di lapangan, maka nanti tidak boleh mencontreng," jelasnya.
Hafiz mengatakan, sampai saat ini dugaan manipulasi DPT hanya di Jatim saja. Sedangkan contoh manipulasi DPT seperti pemilih yang mempunyai nama di beberapa tempat, 10 nama pemilih memiliki 1 nama panggilan dan banyak pemilih yang belum memenuhi syarat karena usianya belum 17 tahun.
(nik/nrl)










































