"Saat acara tadi malam berlangsung baru setengah jam, kita mendapat telepon dari seorang caleg PKB Pekanbaru. Dia menyebut orang yang tampil dalam siaran langsung dialog para caleg itu ternyata bukan orang yang sebenarnya," kata General Manejer RTV, Wedy Susanto kepada detikcom, Kamis (19/03/2009).
Dalam kasus penipuan publik ini, lanjut Wedy, caleg gadungan tersebut mengaku kalau dia hanya mewakili Syafrinal Tanjung. Hal itulah yang menjadi persoalan, karena saat siaran langsung caleg gadungan itu tidak menyebut kalau dirinya mewakili caleg sebenarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MenurutΒ Wedy, pihak caleg gadungan ini sudah meminta maaf secara lisan atas peristiwa yang dianggap malakukan pembohongan publik dan menipu pihak RTV. Namun pihak RTV meminta kepada caleg gadungan itu untuk menulis surat resmi atas pemalsuan indentitas dalam siaran langsung itu.
"Kalau hari ini dia tidak membuat surat resmi meminta maaf, kami akan laporkan kasus ini ke Panwaslu. Sebab, bagimanapun kita juga merasa dibohongi," kata Wedy.
Kasus ini bermula, dialog langsung di RTV, Rabu (18/03/2009) pukul 21.00 WIB. Dialog politik itu menampilkan Caleg PKB bernama Syarinal Tanjung dengan caleg Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Riau, Edi Ahmad RM.
Dalam dialog yang baru langsung tiga puluh menit, tiba-tiba pihak RTV menghentikan acara tersebut. Ini karena pihak RTV ditelepon caleg PKB bernama Jhon Kennedy yang menginformasikan bahwa orang yang tampil di TV itu bukanlah Syafrinal Tanjung yang sebenarnya.
(cha/yid)











































