"Kalau itu terjadi, itu ketidakjujuran, padahal pemilu harus jurdil. Oleh karena itu, kita harus menindak hal-hal seperti itu, itu kalau kita mau berbuat baik, kita harus memulai kejujuran," kata Tyasno Sudarto.
Hal ini disampaikan dia di sela-sela dikusi 'Kembali ke UUD 1945 atau Pilih Golput' dan penandatangan Petisi Kembali ke UUD 1945 di Gedung Juang 1945, Jl Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya saya rasa begitu. Inilah yang selalu menimbulkan apa yang disebut ketidakadilan dalammenyelenggarakan kesejahteraan rakyat Indonesia yang dilakukan para pemimpinnya," ujar dia.
Tyasno meminta agar masalah ini harus menjadi perhatian serius semua kalangan mengingati pelaksanaan Pemilu sudah semakin mepet waktunya.
"Kalau terjadi manipulasi artinya itu pembohongan kepada rakyat, dan ini bisa dilakukan oleh penguasa yang berkuasa saat ini, karena memiliki kewenangan mengatur itu, itu secara logika bodohnya ya. Jadi, kita harus menegakkan keadilan," tegasnya lagi.
Bila dugaan itu benar, lanjut Tyasno, pelaksanaan Pemilu kemungkinan bisa tertunda. "Pemilu semakin dekat, kok bolak-balik DPT masih menjadi persoalan. Kalau ini dibiarkan pemilu kemungkinan bisa tertunda," kata dia.
(zal/aan)











































