Pantauan detikcom, Herman datang ke kediaman Mega, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2009) pada pukul 14.50 WIB.
Herman mengenakan kemeja putih lengan panjang bergaris-garis biru dan bercelana abu-abu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedatangan Pak Herman ke sini karena diminta oleh ketua partai untuk menjelaskan data Sampang dan Bangkalan yang dikatakan bahwa itu dimanipulasi benar," jelas Pramono.
Dengan demikian, imbuh dia, dugaan manipulasi yang disampaikan kubu Khofifah Indar Parawansa-Mujiono (Kaji) yang didukung PDIP, benar adanya.
"Sama dengan datanya Pak Herman. Kami berkeyakinan ada upaya untuk memanipulasi DPT di Sampang dan Bangkalan," tandas Pram.
Hingga pukul 15.10 WIB, pertemuan Mega dan Herman masih berlangsung.
Ketika menjabat Kapolda, Herman mengendus pemalsuan DPT di Sampang dan Bangkalan. Dia menemukan lebih 27 persen dari total pemilih yang terdapat dalam DPT adalah fiktif. Banyak Nomor Induk Kependudukan (NIK) kembar yang dipakai oleh puluhan orang.
Herman lalu menjadikan Ketua KPUD Jatim sebagai tersangka. Namun kemudian Herman dicopot dari Kapolda dengan alasan hendak pensiun. Status tersangka Ketua KPUD Jatim diturunkan dari tersangka menjadi saksi. Herman lalu kecewa dan memilih mundur sebagai anggota Polri. (nwk/nrl)











































