"Saya kan tidak gabung ke Gerindra. Mas, kalau yang namanya menteri semua kandidat capres menawari saya. Semua menawarkan posisi itu, saya katakan hampir kandidat semua presiden," kata Yenny usai menjadi juru kampanye Partai Gerindra di GOR Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (17/3/2009).
Namun Yenny menegaskan dirinya menolak semua tawaran tersebut, karena dirinya masih tetap berada di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi Gus Dur. "Insya Allah, saya masih menjadi anak Gus Dur. Bukan karena itu saya ke Gerindra," jelasnya sambil tertawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suara tersebut berasal dari bawah, laporan dari bawah dan interaksi dari warga dan penganduan-pengaduan. Rata-rata orang kan nyoblos PKB itu karena Gus Dur, bukan karena Muhaimin atau karena Yenny Wahid," ungkapnya.
Kenapa dirinya ikut bergabung mendukung Gerindra, plus Prabowo Subianto, karena masih satu visi dengan PKLB yang memiliki visi membela kepentingan rakyat kecil. Sehingga, pengalihan suara PKB ke Gerindra ini akan sangat berefek.
Terkait penyataan Cak Imin bahwa pemilih NU kehilangan logika ketika memilih Gerindra, justru menurut Yenny banyak pengurus partai anyar bentukan Prabowo itu dari kalangan NU.
"Jadi Cak Imin justru tidak lihat realita. Orang NU punya rasionalitas bahwa mereka akan memilih orang-orang yang memperjuangkan kepentingan rakyat. Jadi Cak Imin jangan memanipulasi," tegasnya.
Ketika ditanya apakah dukungan ke Gerinda diberikan karena Yenny sudah emoh membesarkan PKB lagi, perempuan berkerudung ini mengatakan, dirinya tidak mau membesarkan PKB di bawah pimpinan Muhaimin Iskandar.
"Saya memang tidak ingin membesarkan PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin. Justru, saya ingin mengecilkan. Karena seharusnya PKB dipimpin Gus Dur," pungkasnya. (zal/irw)











































