Sultan Tak Kecewa 33 DPD Partai Golkar Usung Capres JK

Sultan Tak Kecewa 33 DPD Partai Golkar Usung Capres JK

- detikNews
Senin, 16 Mar 2009 15:30 WIB
Sultan Tak Kecewa 33 DPD Partai Golkar Usung Capres JK
Yogyakarta - 33 DPD I Partai Golkar se-Indonesia menyatakan siap mengusung Ketua Umum Jusuf Kalla maju menjadi calon presiden (capres) dalam pemilu 2009. Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku bangga dan tidak kecewa atas keputusan itu.

"Saya tak kecewa. Justru bangga karena Golkar telah menemukan identitasnya sebagai partai pemenang pemilu 2004," kata Sultan saat dicegat wartawan di kantor Gubernur DIY di Kepatihan, Yogyakarta, Senin (16/3/2009).

Sultan mengatakan adanya pernyataan dukungan dari Ketua DPD I se Indonesia itu, berarti Golkar telah menemukan identitasnya kembali sebagai parpol pemenang pemilu 2004. Ketua umumnya saat ini sudah menyatakan siap maju pilpres 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sultan, pertanyaan besar yang selama ini belum terjawab sudah terjawab. Sebelumnya Golkar belum memiliki sikap pasti apakah akan mengajukan capres sendiri ataukah tetap mempertahankan pasangan SBY-JK dengan JK sebagai wapres.

"Memang dari awal Golkar, kan maju mundur dan tak pasti. Justru roh kejuangan Yogyakarta saat ini bisa memantapkan Golkar untuk mengajukan capresnya sendiri," katanya.

Ketika ditanyakan apakah Sultan akan mundur setelah JK maju, dia mengatakan dirinya tidak akan mundur sebagai capres. Apalagi kepastian mengenai capres Golkar baru akan diputuskan melalui rapimnasus usai pemilu legislatif. Sultan juga belum akan berpikir untuk menggandeng parpol lain di luar Golkar.

"Itu akan disampaikan melalui rapimnasus Golkar. Terserah nanti mekanisme organisasinya seperti apa. Yang jelas dengan mengajukan capres sendiri akan menguntungkan Golkar," kata raja Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat itu.

Sultan tidak mau menanggapi berbagai pertemuan silaturahmi yang dilakukan beberapa ketua parpol seperti pertemuan JK dengan Megawati. Menurutnya hal itu merupakan dinamika internal parpol masing-masing.

"Itu dinamika politik secara internal. Tak masalah. Tapi jangan tanyakan itu ke saya. Itu urusan saya pribadi," pungkas Sultan. (bgs/djo)


Berita Terkait