Kegalauan para mahasiswa itu diwaliki sekitar 30 orang mahasiswa dari Undip dan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Mereka tiba di kantor KPUD Jateng, Jl Veteran, Semarang,Β sekitar pukul 09.30 WIB, Senin (16/3/2009). Setengah jam kemudian, mereka diterima Ketua KPUD Ida Budhiati, dan dua anggota Andreas Pandiangan dan Siti Malikhatun.
Dalam pertemuan itu, mahasiswa mengatakan hingga saat ini, 17 ribu dari 25 ribu mahasiswa Undip bingung, karena tidak masuk dalam daftar pemilih. Padahal pelaksanaan pemilu kian dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ida menyebutkan berdasarkan Peraturan KPU No 03/2009, mahasiswa termasuk kategori pemilih tertentu yang tetap bisa memberikan suara dalam pemilu.
"Silahkan mahasiswa luar kota atau provinsi (Jateng), meminta formulir A5 di alamat asal. Nanti Anda bisa menggunakan hak pilih di sini," papar Ida.
Dialog cukup alot, karena mahasiswa lebih banyak memaparkan kekhawatirannya. Sementara KPUD sangat optimis, semua masalah bisa diatasi dengan baik. Hingga pukul 10.45 WIB, dialog masih berlangsung. (try/djo)











































