IPNU Nilai Para Caleg Minim Kampanyekan Pendidikan Berkualitas

IPNU Nilai Para Caleg Minim Kampanyekan Pendidikan Berkualitas

- detikNews
Senin, 16 Mar 2009 04:32 WIB
IPNU Nilai Para Caleg Minim Kampanyekan Pendidikan Berkualitas
Jakarta - Hari ini 16 Maret 2009 merupakan hari pertama digelar kampanye terbuka bagi
partai politik peserta Pemilu 2009. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)
menilai dalam masa kampanye ini sangat minim calon anggota legislatif (caleg) yang mengkampanyekan pendidikan berkualitas.

β€œKalau semua calon legislatif mau memperhatikan pendidikan, sudah barang tentu banyak orang yang simpati” ujar Pjs Ketua Umum IPNU Pusat Rikza Chamami dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (16/3/2009)

Rikza mengatakan, komitmen terhadap pendidikan harus diikrarkan sejak dini oleh caleg. Kalau tidak demikian, mereka akan lebih fokus pada urusan ekonomi dan politik. Padahal pendidikan lebih penting dari kedua hal tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œUrusan pendidikan banyak terabaikan dalam pengambilan kebijakan legislatif”
imbuhnya

Untuk mengantisipasinya maka semua pihak diminta untuk memberikan masukan
positif bagi para caleg untuk komitmen membuat inovasi pendidikan. "Caleg harus mau berikrar di depan publik untuk mengutamakan dalam memajukan
pendidikan, baik di tingkat lokal maupun nasional," kata Rikza.

Menurut Rikza, konsep pendidikan yang ideal memandang cairnya komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua atau wali murid sebagai sesuatu yang amat berharga. Ini dikarenakan pihak sekolah tidak bisa bekerja sendiri dalam proses dan pencapain hasil pendidikan.

"Hal demikian ini sangat butuh perhatian para anggota dewan ketika sudah
menduduki kursinya, " imbuhnya

IPNU berharap ada komitmen dari para anggota dewan dengan terobosan pendidikan yang rapi. Sehingga pihak sekolah dipandang perlu ikut serta secara aktif mendidik masyarakat agar benar-benar peduli pada proses pendidikan.

β€œKita hanya berharap pada para pemimpin di masa depan, terutama politisi, untuk memulai dengan mencintai pendidikan” tegas Rikza. (mpr/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads