partai politik peserta Pemilu 2009. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)
menilai dalam masa kampanye ini sangat minim calon anggota legislatif (caleg) yang mengkampanyekan pendidikan berkualitas.
βKalau semua calon legislatif mau memperhatikan pendidikan, sudah barang tentu banyak orang yang simpatiβ ujar Pjs Ketua Umum IPNU Pusat Rikza Chamami dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (16/3/2009)
Rikza mengatakan, komitmen terhadap pendidikan harus diikrarkan sejak dini oleh caleg. Kalau tidak demikian, mereka akan lebih fokus pada urusan ekonomi dan politik. Padahal pendidikan lebih penting dari kedua hal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
imbuhnya
Untuk mengantisipasinya maka semua pihak diminta untuk memberikan masukan
positif bagi para caleg untuk komitmen membuat inovasi pendidikan. "Caleg harus mau berikrar di depan publik untuk mengutamakan dalam memajukan
pendidikan, baik di tingkat lokal maupun nasional," kata Rikza.
Menurut Rikza, konsep pendidikan yang ideal memandang cairnya komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua atau wali murid sebagai sesuatu yang amat berharga. Ini dikarenakan pihak sekolah tidak bisa bekerja sendiri dalam proses dan pencapain hasil pendidikan.
"Hal demikian ini sangat butuh perhatian para anggota dewan ketika sudah
menduduki kursinya, " imbuhnya
IPNU berharap ada komitmen dari para anggota dewan dengan terobosan pendidikan yang rapi. Sehingga pihak sekolah dipandang perlu ikut serta secara aktif mendidik masyarakat agar benar-benar peduli pada proses pendidikan.
βKita hanya berharap pada para pemimpin di masa depan, terutama politisi, untuk memulai dengan mencintai pendidikanβ tegas Rikza. (mpr/anw)











































