"Isunya macem-macem dan rumornya berlainan. Isunya jadi ke sana ke mari dan nggak benar. Kalau isu nggak benar dipercaya publik, kita juga yang salah. Maka lebih baik mendengar langsung dari saya tentang rasa sakit yang nggak biasa itu," ujar SBY saat beramah-tamah dengan wartawan di kediaman pribadinya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2009).
SBY menceritakan kronologi tentang penyakit yang dideritanya saat berkunjung ke Makassar beberapa hari lalu. Menurutnya, undangan dari Gubernur Sulsel harusnya didatanginya Desember lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak pagi di pesawat sudah merasa ada gangguan di perut. Saya pikir maag ini, karena waktu muda pernah maag. Setelah minum obat dari dokter dan mendarat di bandara Makassar ternyata nggak juga sembuh," cerita SBY.
Saat di Makassar, dokter langsung mengecek kesehatan SBY. Tekanan darah, fungsi jantung, liver, empedu, ginjal, dan lain-lain juga dicek. Di situ dinyatakan tidak ada yang serius. Darah SBY juga sempat diambil.
"Saya prihatin dan sayangkan isu yang beredar luas dan tidak benar. Sampai di Makassar dikatakan saya nggak bisa jalan. Maka banyak wartawan yang pengin lihat bagaimana. Tapi saya baik dan mampu berjalan," kata SBY.
Isunya lagi, setibanya di Bandara Halim, SBY akan pakai kursi roda. Lalu ada SMS gelap beredar bahwa SBY sakit jantung. Dikabarkan, saat menjalani check up di RSPAD Gatot Subroto, SBY masuk ruang ICCU.
"Untuk kebenaran, saya berharap ini bisa diselesaikan. Sampai sekarang SMS dan doa terus mengalir. Saya alhamdulillah pulih kembali dan siap menjalankan tugas bangsa dan negara," pungkasnya. (anw/sho)











































