"Saya pahami itu sebagai pertemuan antara Ketua Umum partai Golkar dengan Ketua Umum PDIP. Saya tidak punya pikiran negatif. Pertemuan itu wajar dalam dinamika politik," ujar Presiden SBY saat beramah-tamah dengan wartawan di kediaman pribadinya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2009).
Dalam dunia politik, menurut SBY, semua bisa terjadi. Sehingga SBY tidak merasa khawatir terhadap apapun yang akan terjadi kelak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat pernyataan yang dikeluarkan oleh Mega-JK usai melakukan pertemuan, SBY merasa tidak khawatir. Yang terpenting menurutnya adalah tugas pokok dia sebagai presiden dan JK sebagai wakil presiden terpenuhi.
"Kalau melihat statemennya, saya lihat baik-baik saja. Intinya kita bekerja sama menjalankan tugas pokok kita," kata SBY.
SBY juga membantah dirinya meninggalkan Jusuf kalla dan sebaliknya. Faktanya, lanjut SBY, mereka hingga saat ini masih akur-akur saja.
"Dalam mengelola jalannya pemerintahan, kami tetap aktif. Pak JK tetap saya ajak dalam rapat-rapat penting. Tidak ada yang mengganggu hubungan kami sebagai capres dan cawapres. Tidak tepat kalau saya dikatakan meninggalkan," pungkas SBY. (anw/sho)











































