"Kami terus melakukan upaya supaya ada TPS tambahan supaya bisa menjangkau WNI sebanyaknya dan meningkatkan partisipasi pemilih," ujar Dubes RI untuk Malaysia Dai Bachtiar dalam Rapat Koordinasi dan Pembekalan KPPSLN di gedung KBRI, Kuala Lumpur, Sabtu (14/3/2009).
Dai mengatakan, jumlah TPS yang diajukan sebanyak 7 TPS tambahan diluar 5 premis Indonesia saat ini, yaitu kedutaan, sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK), wisma duta besar dan wakil duta besar,dan rumah atase pertahanan KBRI Kuala Lumpur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua hari lalu Menlu Rais Yatim mengatakan boleh, silakan saja. Tapi ini baru sebatas by phone. KBRI sudah kirimkan surat resminya, tapi belum ada jawaban. Kami masih terus menguapayakan," lanjut Dai.
Bahkan menurut Dai, kementrian dalam negeri dan polisi Malaysia pun tidak mempermasalahkan pendirian TPS tambahan tersebut.
Ketua PPLN Kuala Lumpur Teguh Hendro Cahyono menambahkan, jumlah TPS yang disiapkan di wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur berjumlah 30 buah. Namun TPS-TPS tersebut masih di dalam premis-premis Indonesia.
"Jadi kalau yang 7 ini betul-betul dipenuhi, makan jumlah TPS di wilayah kerja Kuala Lumpur semuanya 37," tambah dia. Total jumlah TPS se-Malaysia 42 buah.
Sedangkan mengenai teknis Dropping Box, Teguh mengatakan, PPLN Kuala Lumpur menargetkan dapat menjaring minimum 100 ribu pemilih di luar TPS melalui cara tersebut. Tujuan pengiriman adalah daerah-daerah yang tidak terjangkau TPS dan masih dalam wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur, yaitu meliputi Kelantan, Trengganu, Selangor, dan Perak.
Anggota PPLN Tengku Gading menambahkan, TPS di luar premis Indonesia menjadi yang pertama terjadi di luar negeri. "Ini menjadi sesuatu yang bersejarah pemilu kita di luar negeri jika TPS bisa didirikan di luar premis-premis Indonesia. Tapi ini belum bisa dipastikan, karena sikap Malaysia suka berubah-rubah, tidak stabil," pungkas dia. (rmd/gah)










































