"Ini baru makan nasi goreng kok tiba-tiba dibilang koalisi," cetus Wasekjen PKS Fachri Hamzah dalam diskusi 'Banteng-Beringin Merapat, Siapa Mau Ikut?' di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/3/2009).
Bahkan Fachri berani mengatakan pertemuan Mega-JK yang berlangsung di Jalan Imam Bonjol 66 Menteng, Jakarta Pusat kemarin, hanya omong kosong dari pertemuan yang hanya mengelabui rakyat. "Maaf saja, itu omong kosong pertemuan mengelabui rakyat saja," ujarnya lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kritik ini wajar, mengingat awalnya PDIP dengan Golkar menggalang koalisi kebangsaan pada pemilu 2004 lalu. Namun saat JK terpilih menjadi wapres mendampingi SBY, Golkar berbalik arah dan menjadi partai penyokong pemerintahan.
Kondisi ini yang menurut Fachri kian mengaburkan posisi patrtai mana saja yang oposisi, dan partai mana saja yang pro pemerintahan.
"Akhirnya sekarang kan serba nggak jelas. Oposisinya nggak jelas, pemerintahan juga nggak jelas," sindir Fachri. (Rez/ken)











































