Ratusan kuli panggul tersebut mengaku tak tahu kapan dan bagaimana pemilu mendatang akan dilaksanakan. Apalagi terkait sistem pencontrengan Pemilu.
"Gak tahu, gak ada penjelasan-penjelasan yang kita terima tentang Pemilu", ungkap Dadang (27), warga Jakin, Penjaringan, Jakarta Utara, kepada detikcom, Jumat (14/03/09).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ironisnya lagi, para kuli panggul yang sehari-hari bekerja di pelabuhan ini pun mengaku tidak tahu menahu kapan pemilu akan dilaksanakan.
"Sampai sekarang belum ada yang memberitahu hari Pemilu. Apalagi pencontrengannya ", jelasnya sambil menghabiskan minuman es cendol nya.
Di Pelabuhan Sunda Kelapa, setiap harinya bersandar puluhan kapal niaga tradisional dengan tujuan Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Untuk membongkar muat muatan kapal, ratusan kuli panggul menggantungkan hidup. Sayangnya, para pekerja di Pelabuhan peninggalan Portugis ini juga banyak yang belum terdaftar dan terancam kehilangan hak pilihnya.
"Kalau ada (surat pemberitahuan pencontrengan) ya pasti kita ikut Pemilu," pungkasnya.
(gah/iy)










































