SBY Minta Saran Para Menteri?

JK lebih Cepat, Lebih Baik

SBY Minta Saran Para Menteri?

- detikNews
Kamis, 12 Mar 2009 13:06 WIB
Jakarta - Lebih Cepat dan Lebih Baik. Begitu tag iklan Partai Golkar dengan endoser Ketua Umum Partai Gokar Jusuf Kalla (JK) untuk Pemilu 2009 yang sepekan terakhir hadir di layar televisi kita. 

Bukan hanya itu, secara tidak langsung JK juga copy writer iklan tersebut. Maklum saja tag 'Lebih Cepat, Lebih Baik' dikutip dari pidato JK dalam rapat akbar DPP Partai Golkar se-Sulsel di Makassar pada 1 Maret 2009.

Ketika itu konteks pidatonya adalah langkah menuju  Pilpres 2009. Kutipan lengkap pernyataan JK kala itu adalah "SBY-JK pemerintahannya baik, tapi saya yakin jika Golkar yang memimpin jauh akan lebih baik!"

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka meski secara tersurat  iklan 'Lebih Cepat dan Lebih Baik' adalah pemenangan Partai Golkar di Pemilu 2009 tapi bukan itu yang tersirat. Pesan tersiratnya justru pemenangan JK dalam Pilpres 2009. Yaitu jika JK yang menjadi Presiden RI maka pemerintahan RI akan lebih cepat dan lebih baik dibanding SBY.

Sudah pasti pernyataan yang kemudian dipertegas dalam bentuk iklan itu tidak ubahnya mengipasi bara persaingannya JK dengan SBY sebagai sesama bakal capres. Tapi petinggi Partai Demokrat (PD) yang mengusung SBY sigap berusaha memadamkan dengan menyatakan bahwa hubungan dua pihak baik-baik saja.

Namun sebuah SMS yang beredar yang diterima wartawan sesaat setelah sholat Jumat pekan lalu menguak badai yang timbul dari iklan JK. Di dalam SMS itu disebutkan bahwa Presiden SBY di sela rapat kabinet bidang terbatas pagi itu (6/3) memintai pendapat para menteri tentang pernyataan JK.

Berikut bunyi dari SMS yang semuanya ditulis dalam huruf kapital yang mampir di ponsel detikcom. "BPK PRESIDEN MEMINTA SARAN PARA MENTERI DAN ANGGOTA KIB, BAGAIMAN SEBAIKNYA MENYIKAPI STATEMENT WAPRES BAHWA SBY-JK BAIK, TETAPI JIKA JK JADI PRESIDEN AKAN LEBIH BAIK. HARAP SEGERA JAWAB MELALUI SMS, TRIMS. SESKAB"

Mengetahui bahwa yang tertanda sebagai pengirim SMS adalah Seskab Sudi Silalahi, langsung saja yang bersangkutan menjadi target buruan wartawan. Setelah dinanti selama 6 hari, baru Sudi berhasil ditemui di lingkungan Kantor Presiden, Jakarta.

"Anda yakin dari saya?" bantah Sudi (11/3) dengan balik bertanya.

Juru Bicara Kepresidenan RI Andi Mallarangeng juga mengaku tidak tahu menahu tentang SMS itu. Tetapi menurutnya adalah tidak ada hal yang luar biasa bila sesorang meminta saran dari orang lain.

"Saya belum pernah lihat SMS itu. Kalau sekedar meminta saran, tidak ada yang luar biasa," jawabnya (11/3).

(lh/yid)


Berita Terkait