"Saya kira antara PKS dan Demokrat paling sedikit korsletnya. Antara kita tidak ada perbedaan yang berarti. Kalau PKS dengan partai yang lain mungkin terlalu panjang analisis orang," kata Tifatul.
Hal itu disampaikan saat dua partai besar ini bertemu dalam diskusi bertema "Kemana Arah Koalisi Pasca Pemilu Legislatif" di Kantor DPP PKS, Jl Mampang Prapatan, Jakarta Selatan Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bersepakat untuk membangun koalisi setelah pemilu legislatif karena partai Demokrat menginginkan koalisi yang permanen, bukan bayang-bayang. Koalisi permananen ini nantinya di tingkat kabinet dan parlemen," kata Hadi.
Sekjen Demokrat Marzuki Alie menambahkan, dalam berkoalisi penting diperhatikan masalah etika. Dalam berkoalisi, jangan sampai ada permasalahan dalam rumah tangga lantas berteriak-teriak di luar.
"Sebelum berkoalisi kita harus berkomitmen bahwa etika harus kita sepakati," ujar Alie (mpr/sho)











































