Demikian data yang dihimpun reuters, Rabu (11/3/2009). Dari seluruh wilayah Eropa, Jerman adalah negara yang paling sering terjadi penembakan tanpa ampun itu.
Yang terbaru, aksi penembakan terjadi di sekolah menengah di Winnenden, Jerman. 15 orang tewas dalam peristiwa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus serupa terjadi di Freising, Bavaria, Jerman pada Februari 2002. Seorang mantan murid menembaki sekolahnya dengan garang. 3 orang tewas sebelum akhirnya si pelaku bunuh diri. Tak cuma itu, seorang guru terluka parah akibat peristiwa itu.
Lagi-lagi di Jerman, pada 26 April 2002. Seorang pria 19 tahun bernama Robert Steinhauser mulai menembak di Erfurt setelah mengatakan tak ingin mengikuti tes. 12 guru, 1 sekretaris, 2 murid, dan 1 polisi tewas dalam aksi nekat itu.
Pada 1 September 2004, 333 anak disandera, dan sedikitnya 186 anak-anak tewas di sekolah yang amburadul oleh pemberontak yang menginginkan kemerdekaan Chechen.
Peristiwa memilukan juga terjadi pada 20 November 2006 di Jerman. Seorang mantan murid berusia 18 tahun menembaki sebuah sekolah di barat Emsdetten. Setidaknya 11 orang luka-luka sebelum si pelaku bunuh diri.
Pada 7 November 2007, di Finlandia seseorang membunuh 6 murid laki-laki, suster sekolah dan kepala sekolah. Dan lagi-lagi, si pelaku menembak dirinya sendiri setelah beraksi di SMA Jokela yang berada tak jauh dari Helsinki.
Peristiwa itu juga terulang di Finlandia pada 23 September 2008. Seorang murid menembaki sekolahnya di Kauhajoki. 9 Murid dan 1 orang staf sekolah tewas sebelum di pelaku bunuh diri.
Pada 23 Januari 2009 di Belgia, seorang pria dengan wajah dicat putih dan mata hitam menikam dua bayi dan seorang perempuan di pusat perawatan anak di Belgia.
Pada hari yang sama di Norwegia, seorang polisi menembak seorang guru perempuan dan kemudian menembak diri sendiri. Beberapa hari kemudian, sang polisi tewas.
(ken/ndr)











































