Simulasi pengamanan pemilu tersebut digelar di depan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sulsel, mulaiΒ pukul 15.30 Wita sampai pukul 17.00 Wita, Rabu (11/3/2009).
Kapolwiltabes Makassar, Kombes Pol Burhanuddin Andi, menyebutkan simulasi ini diikuti 2.000 personel. Acara tersebut juga dihadiri 8 Kapolda se-Indonesia bagian timur dan beberapa petinggi TNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai adegan pembebasan sandera, simulasi berlanjut dengan mempertontonkan pengamanan unjuk rasa di depan kantor KPU oleh demonstran oleh kubu yang kalah di Pemilu. Pengunjuk rasa yang anarkis melempari polisi dengan telur busuk dan jeruk. Tindakan itu dibalas polisi dengan menyemprotkan air dari mobil 'water-canon'. Adegan diakhiri dengan pemasangan kawat berduri di depan massa pengunjuk rasa dan diiringi lantunan salawat badar dan Asmaul Husna oleh anggota PHH.
Kahumas Polda Sulselbar, Kombes Pol Hery Subiansauri, pembacaan salawat badar dan asmaul husna oleh polisi dalam penanganan unjuk rasa yang anarkis adalah anjuran Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mathius Salempang yang baru sebulan menjabat. "Kekerasan memang sebaiknya jangan dilawan dengan kekerasan, api dapat padam jika dilawan dengan air," pungkas Hery.
(mna/djo)










































