Β Keempat lembaga tersebut adalah Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Lembaga Ilmu Pengetahuan IndonesiaΒ (LIPI), dan Pusat Kajian Politik FISIP UI (Puskapol UI) yang menempatkan SBY diurutan teratas jika berduet dengan tokoh Golkar.
Survei ini menggunakan dua skenario. Pertama, SBY-JK dengan perolehan 51,5
persen, kedua, SBY-Akbar dengan perolehan 46,7 persen. Kedua skenario tersebut berhasil mendulang perolehan suara SBY untuk tetap memimpin dibanding pasangan capres lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK," kata Pengamat Politik UI Syamsuddin Haris usai jumpa pers survei 4 lembaga, di kantor CSIS, Jl Palmerah Barat 142-143, Jakarta Barat, Rabu (11/3/2009).
Syamsuddin menambahkan, pengaruh JK terhadap perolehan dukungan memang cukup signifikan. Namun, SBY mungkin akan meninggalkan JK dan melirik tokoh Golkar lainnya. "Semakin lincah JK (nyapres) maka akan ditinggal oleh SBY," tambahnya.
Survei tersebut dilakukan pada 2957 responden yang tersebar di 150 desa di seluruh wilayah provinsi di Indonesia. Responden dipilih secara acak bertingkat (multi stage random sampling).
Pengumpulan data dilakukan pada 9 s/d 20 Februari 2009 melalui wawancara tatap muka terhadap masyarakat pemilih. Dengan margin of error +/- 1,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil perolehan skenario pertama
SBY-JKΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β 51,5 persen
Mega-SultanΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β 27,1 persen
Prabowo-HidayatΒ Β Β Β Β Β Β Β 9,3 persen
Tidak TahuΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β 12,2 persen
Hasil perolehan skenario kedua
SBY-AkbarΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β 46,7 persen
Mega-SultanΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β 31,7 persen
JK-HidayatΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β 5,8 persen
Tidak TahuΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β 15,8 persen
(ape/anw)











































