"Kalau tertutup tidak, pada dasarnya masih terbuka dengan siapa saja," kata Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2009).
Agung menjelaskan, tertutup atau tidaknya peluang koalisi tidak bisa ditentukan sebelum pemilu. Karena partai harus melihat hasil perolehan suaranya pada pemilu legislatif terlebih dahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Agung menjelaskan, selain sebagai modal menggalang koalisi, hasil perolehan suara pemilu legislatif juga menunjukkan nilai sebuah partai.
"Value ini juga yang akan menentukan lolos tidaknya partai ke syarat minimal pengajuan capres-cawapres," pungkasnya.
(lrn/nrl)











































