"Survei menemukan ada sekitar 38,9 persen masyarakat yang tidak tahu kapan Pileg," ujar Peneliti dari Pusat Kajian Politik FISIP UI Sri Budi Eko Wardani saat jumpa pers di kantor Centre for Strategic and International Studies, Gedung the Jakarta Post Jl Palmerah Barat 142-143, Jakarta Barat, Rabu (11/3/2009).
Dani menambahkan, selain ketidaktahuan tanggal pemilu, masyarakat juga tidak yakin terdaftar sebagai pemilih. Hal ini disinyalir karena sikap pasif dari masyarakat dan petugas pencatat.
"Mayoritas 78 persen mengaku tidak pernah mengecek apakah namanya terdaftar sebagai pemilih," tambahnya.
Survei ini dilakukan oleh 4 lembaga survei antara lain, CSIS, Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Puskapol FISIP UI.
Survei ini menjaring 2.957 responden yang tersebar di 150 desa di seluruh wilayah propinsi di Indonesia. Responden dipilih secara acak dan bertingkat (multi-stage random sampling), dengan memperhatikan proporsi wilayah "desa kota" dan aspek gender.
Pengumpulan data lapangan dilakukan pada medio 9-20 Februari 2009 melalui wawancara tatap muka terhadap masyarakat yang pada saat Pemilu 2009 nanti sudah berhak menjadi Pemilih, dengan margin of error adalah +/- 1,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (ape/ndr)











































