"Silakan kalau mau menggembosi Prabowo, Menjegal Prabowo, silakan saja. Tetapi alternatif apa yang bisa kamu berikan," kata Prabowo menanggapi pertanyaan wartawan dalam acara 'Prabowo Mendengar Pers' di Hotel Intercontinental, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (10/3/2009).Β Β .
Prabowo lalu mencontohkan sinisnya media yang memberitakan dirinya dalam kasus penculikan mahasiswa tahun 1998. Hal itu dibuktikan dari pencariannya di Google yang hanya 3 tulisan membela Prabowo dari 42 ribu tulisan. Sisanya memojokkan putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo mengaku tidak akan mempedulikan para penghujat dari lawan politiknya, apalagi sampai menuntut ke meja hijau. Justru Prabowo mempertanyakan masa depan bangsa Indonesai jika terus mengungkit kesalahan masa lalu yang tidak jelas jeluntrungannya.
"Saya tidak akan menuntut balik. Sebab rakyat tidak sebodoh yang ia pikirkan. Apa kita harus terus-menerus mengusut hingga zamannya Ken Arok, toh katanya saya menculik, tapi ini loh orangnya ada di depan saya," kata Prabowo sambil menunjuk Haryanto Taslam yang memimpin media center Gerindra. Haryanto Taslam, eks politisi PDIP, pada 1998 menjadi korban penculikan. (yid/nrl)











































