"Dari segi posturnya, Deddy memenuhi syarat jadi presiden. Cuma kumisnya ubanan, kayak Kentucky Fried Chicken (KFC), makanya kumisnya perlu disemir," ujar Ridwan.
Hal itu dia utarakan dalam acara 'Rakyat Ngomel Nagabonar Nguping' di Galeri Resto & Cafe, TIM, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ridwan juga mengatakan, negeri ini sebenarnya tidak memerlukan presiden. Sebab dari hasil survei yang sering dipublikasikan berbagai lembaga survei, potensi angka golput sangat tinggi, minimal 40 persen. Artinya rakyat merasa tidak butuh pemimpin.
"Cuma kalau sewaktu-waktu butuh, Deddy ini siap," ujarnya.
Mengutip perkataan seorang dubes dari sebuah negara besar tanpa menyebut nama negaranya, Ridwan bercerita bahwa dulu ketika negeri China kacau balau, seorang pencopet diangkat jadi kaisar. Maka di Indonesia, seorang 'pencopet' juga punya potensi jadi presiden.
Seperti diketahui, tokoh Nagabonar yang diperankan Deddy merupakan seorang pencopet. Belakangan pencopet ini memiliki peran penting dalam perang kemerdekaan melawan penjajahan Belanda dan akhirnya mengangkat dirinya sendiri menjadi jenderal. (sho/aan)










































