Demikian penjelasan Kapolda Riau, Brigjen Adjie Rustam Ramdji kepada wartawan, Sabtu (07/03/2009) di Pekanbaru. Menurutnya, pelaksanaan pemilu di Riau terdapat 8500 TPS yang menyebar di sebelas kabupaten dan kota. Dari jumlah itu diperkirakan ada TPS yang sangat rawan konflik.
"Rawan konflik ini terutama di sejumlah kabupaten yang menuntut pemekaran. Tuntutan pemekaran ini bisa menimbulkan konflik di TPS saat pelaksanaan pemilu mendatang," kata Adjie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengantisipasi karawanan ini, sambung Kapolda Riau, pihaknya akan menempatkan personil di TPS tersebut dengan jumlah sedikit lebih banyak. Disamping itu tim intel juga akan disebar di daerah rawan konflik tersebut.
"Kita juga akan bekerja sama dengan Linmas guna menjaga keamanan bersama," kata Adjie.
Untuk menghadapi pemilu, pihak Polda Riau akan menerjunkan dua pertiga kekuatan di seluruh wilayah Riau. Diperkirakan dari 6.000 personil jajarann Polda Riau akan dikerahkan kekuatan 4.000 personil.
"Kita juga nantinya akan dibantu personil TNI. Pihak TNI nantinya siap kapan dan dimana saja untuk membeck up kita," kata Adjie.
(cha/djo)











































