"Jangan semua yang dilakukan presiden lalu dikaitkan dengan politik. Tidak dalam konteks itu," kata Jubir Kepresidenan Andi Malarangeng, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat(6/3/2009).
Menurut Andi, Presiden SBY sangat menghargai pemikiran Din Syamsuddin sebagai seorang intelektual dan ulama. Terlebih Din giat dalam berbagai forum internasional menggalang dialog antar umat beragama. "Itu silahturahmi," sambungnya.
Kehadiran Presiden SBY dalam pembukaan Tanwir Muhammdiyah di Lampung, Kamis (5/3), merupakan bentuk penghargaannya pada ormas Islam terbesar no 2 di Indonesia itu. Penghargaan serupa juga diterapkan pada Nahdlatul Ulama dan ormas agama lainnya di Tanah Air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pihak berspekulasi atas pernyataan SBY tersebut dengan menilai sebagai isyarat SBY akan menggandeng Din dalam Pilpres 2009. Hal ini disebabkan karena memang SBY sedang mencari bakal cawapres pasca JK menyatakan siap maju sebagai capres dari Partai Golkar.
(lh/yid)











































