"Tadi pagi saya sudah cek ke Ketua DPD PKS Indramayu, Pak Ruswa. Dia (Royana) bukan kader PKS.Jadi dia semacam preman jalanan yang sebulan ini bantu pasang atribut," ujar humas PKS Mabruri saat dikonfirmasi detikcom via telepon, Kamis (5/3/2009).
Mabruri juga membantah Royana menjabat sebagai Ketua DPC PKS Cantigi. Roy aktif bergabung dengan PKS cuma semingguan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muatan Politis
PKS menduga ada muatan politis dalam kasus Royana. Kasus ini diduga terkait laporan Ketua DPD PKS Indramayu, Ruswa, melaporkan Bupati Indramayu ke polisi. Beberapa hari lalu, PKS melaporkan sang bupati memaksa PNS untuk memilih Partai Golkar. Pemaksaan ini terekam dalam sebuah video.
"Kemarin Pak Ruswa melaporkan Bupati Indramayu ke Panwaslu mengenai rekaman supaya PNS milih Golkar. Dan itu berita banyak ditayangkan di TV. Saya sudah wanti-wanti supaya hati-hati. Karena kemungkinan akan ada serangan balik," jelas Mabruri
"Yang jelas berita ini sudah kita klarifikasi. Tidak benar pelaku adalah Ketua DPC PKS," pungkasnya.
(anw/iy)











































