Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Syuro PKB Kota Surakarta, KH Mahsun Musyafa’ kepada wartawan dalam acara konsolidasi pengurus PKB Gus Dur se Kota Surakarta, Kamis (5/3/2009) Siang. Menurutnya, sikap tersebut telah bulat setujui oleg seluruh pengurus yang didukung konstituen PKB di Solo.
"Kami bukan menolak Pemilu. Tapi kami menolak PKB yang menjadi peserta pemilu tahun 2009 beserta para caleg dipasang oleh PKB peserta pemilu itu. PKB yang diketuai Muhaimin ini bukan partai sah menurut kami sehingga kami menilai tidak pantas dipilih demikian juga para calegnya," ujar Mahsun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mempersilakan seluruh simpatisan PKB di Solo menggunakan hak pilihnya sesuai pilihan masing-masing. Memberikan suara dalam pemilu adalah hak masing-masing orang, tapi yang pasti kami sudah sepakat tidak akan ada yang memilih PKB," tegasnya Mahsun.
Ketua Tanfidz PKB Kota Surakarta, Didik Gunawan, menambahkan keputusan tidak memilih PKB itu merupakan penerjemahan kader dan simpatisan PKB atas anjuran Gus Dur yang telah menyatakan tidak memilih PKB. "Seluruh pengurus dari tingkat ranting hingga cabang mendukung sikap ini," ujarnya.
Dalam konsolidasi tersebut digelar tiga spanduk besar masing bertuliskan 'Gus Dur, Layak Diikuti dan Perlu', 'Arepa Ajur Mumur Tetep Ndherek Gus Dur (meskipun remuk redam tetap setia kepada Gus Dur)', 'Kami Punya Hak Pilih tapi Bukan untuk PKB'.
Selain spanduk sebagian hadirin juga mengenakan kaos warna putih bergambar Gus Dur di bagian depan. Sedangkan di bagian belakang terdapat logo PKB yang diberi tanda silang warna merah dengan tulisan 'Kami Punya Hak Pilih tapi Bukan untuk PKB'.
Ketua Panwaslu Kota Surakarta, Sri Sumanta yang hadir dalam acara itu menilai acara tersebut bagian dari konflik internal PKB. Menurutnya tanda silang pada logo PKB bukan pelanggaran hukum karena itu bagian dari konflik internal dan dilakukan oleh para kader PKB sendiri. (mbr/djo)










































