"Perilaku korup merupakan cermin kebutuhan dana yang besar para caleg untuk kepentingan kampanye," ujar pengamat politik Universitas Indonesia Arbi Sanit.
Hal ini disampaikan Arbi usai menjadi pembicara "Dialog Kenegaraan" di Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (4/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak jarang, lanjut Arbi, dalam mencari 'amunisi' itu, para caleg melakukannya dengan cara-cara kotor, yaitu korupsi.
"Ini kan rame-rame pasang iklan, bisa habis miliaran. Dari mana uangnya? Ya ambil jalan pintas, korupsi! Nanti akan semakin banyak yang tergoda (korupsi)," pungkas pria berkuncir ini.
(Rez/nik)










































