Muhammadiyah Didesak Putuskan Pencapresan Din Syamsuddin

Muhammadiyah Didesak Putuskan Pencapresan Din Syamsuddin

- detikNews
Rabu, 04 Mar 2009 14:56 WIB
Muhammadiyah Didesak Putuskan Pencapresan Din Syamsuddin
Jakarta - Pemuda Muhammadiyah meminta agar Sidang Tanwir Muhammadiyah 2009 di Lampung 5-8 Maret memberikan sikap atas usulan pencapresan Din Syamsuddin. Pemuda Muhammadiyah akan mengikhlaskan bila kader terbaik Muhammadiyah bisa menjadi pimpinan nasional.

"Atas usulan sejumlah parpol yang menyebutkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, sebagai kandidat Capres atau Cawapres, kami meminta Sidang Tanwir di Lampung untuk segera memberikan sikap terhadap aspirasi itu," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, M Izzul Muslimin.

Hal itu disampaikan Izzul di kantornya Jl Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Izzul, sikap ini sangat penting agar bisa menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia pada Pemilu 2009 mendatang. Pihaknya juga berpendapat jika ada kader terbaik Muhammadiyah yang diusulkan bisa menjadi pimpinan nasional.

"Maka sewajarnya, jika Muhammadiyah mengikhlaskan dan mendukungnya sebagai kontribusi Muhammadiyah bagi kepentingan bangsa dan negara," jelasnya.

Izzul mengatakan, di sejumlah wilayah masih ada yang berbeda pendapat agar Sidang Tanwir memutuskan tentang usulan pencapresan dan pencawapresan Din Syamsuddin ini. Diakuinya, parpol yang baru mendukung pencapresan Din hanya dari Partai Matahari Bangsa (PMB). Sementara Partai Amanat Nasional (PAN) belum menentukan sikap.

Dalam kesempatan itu Izzul juga mengingatkan posisi Pemuda Muhammadiyah tidak mengusulkan atau meminta pencapresan itu. "Tapi ini hanya merespon atas adanya usulan parpol itu saja, sehingga kewenangan itu ada di parpol sendiri," tegasnya.

Hanya saja, karena Sidang Tanwir Muhammadiyah 2009 dilakukan sebelum pemilu, lanjut Izzul, pengusulan capres dilakukan agar Muhammadiyah memiliki sikap.

"Jangan sampai keburu pemilu kita tidak punya pandangan yang jelas. Paling tidak masyarakat dan warga Muhammadiyah punya kejelasan sikap soal itu," tandas Izzul.
(zal/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads